Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya hati itu benar-benar bisa berkarat seperti berkaratnya besi.’ Selanjutnya beliau bersabda, ‘Apa yang dapat membersihkannya? Mengingat kematian dan membaca Al-Qur’an”. (HR. Baihaqi)
Demi Masa
Saturday, September 22, 2012
Pemilik Hati Suci
Melihat hujan turun dengan berdendangkan lagu
Lagu ini akan terhenti
Jangan berikan hatimu itu padaku
Apabila cahaya iman itu bersemi
Berikan iman pada hatimu
Jangan kau serahkan hatimu
Bersabarlah dengan kesabaran Maryam
Biar berpisah dari bersalah
Monday, July 2, 2012
Itulah Dakwah
Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai..
Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. . Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.. Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.
Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.
Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan. Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari.
Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”. Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada. Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.
Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..
Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “
Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…
“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
Memang seperti itulah dakwah.
Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai..
Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. . Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.. Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.
Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.
Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan. Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari.
Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”. Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada. Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.
Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..
Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “
Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…
“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
Memang seperti itulah dakwah.
Potongan Hadits & Ayat Dari Surah Pilihan
Sesungguhnya, apabila Allah s.w.t. itu mengaishi seseorang hamba Ia akan
mengujinya. Dan apabila Ia mengujinya, sama ada dengan menurunkan
penyakit dan sebagainya, Allah akan memberikan kesabaran. Dalam
menghadapi cubaan seperti ini, kesabaran adalah paling utama.
Sesungguhnya orang yang bersabar akan diberikan pahala mereka tanpa
hisab (az-Zumar: 10).
Abu Daud, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad meriwayatkan daripada Abi Hurairah r.a. bahawa Rasullah SAW bersabda:
"Allah
Azza Wa Jalla berfirman: Kesombongan itu adalah pakaianKu, dan
kebesaran itu adalah selendangKu. . Barangsiapa yang menyaingi Aku pada
salah satu daripada keduanya, nescaya Aku lemparkan dia ke dalam
neraka".
Muslim, Tirmizi, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad meriwayatkan daripada Abdullah bin Mas'ud r.a. bahawa Rasulullah SAW bersabda.
"Tidak akan masuk Syurga sesiapa yang di dalam hatinya terdapat sebesar zarah daripada kesombongan" .
Sayyidatina
Aishah ada berkata, bahawa baginda Rasulullah ada bersabda yang
bermaksud: Tidak menimpa ke atas seorang mukmin satu kecelakaan, biarpun
duri,ataupun lebih daripada itu, melainkan Allah akan menggugurkan
dengannya satu dosa.
(Maksud hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslirn).
“Dan
bacakanlah kepada mereka (wahai Muhammad), khabar berita seorang yang
kami beri kepadanya (pengetahuan mengenai) ayat-ayat (Kitab) Kami,
kemudian dia menjadikan dirinya terkeluar dari mematuhinya, lalu dia
diikuti oleh Syaitan (dengan godaannya), maka menjadilah dia dari
orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami kehendaki nescaya Kami tinggikan
pangkatnya dengan (sebab mengamalkan) ayat-ayat itu. Tetapi dia
bermati-mati cenderung kepada dunia dan menurut hawa nafsunya; maka
bandingannya adalah seperti anjing, jika engkau menghalaunya: Dia
menghulurkan lidahnya termengah-mengah dan jika engkau membiarkannya:
Dia juga menghulurkan lidahnya termengah-mengah. Demikianlah bandingan
orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah
kisah-kisah itu supaya mereka berfikir. Amatlah buruknya bandingan
orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka pula berlaku
zalim kepada diri mereka sendiri.”
(Surah al-‘Aaraaf 7 : 175-177).
“Sesungguhnya
Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka
mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan apabila Allah
menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana , maka
tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkan-Nya
itu dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka
selain daripada-Nya.” (surah Ar-Ra’ad, ayat 11).
ماري كيت سيمق مقصود فرمان الله تا'الا:
﴿اتتاوبه : 29﴾.
"Wahai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan
saudara-saudaramu itu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih
mengutamakan kekafiran dari pada keimanan, dan barangsiapa di antara
kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah
orang-orang yang zalim" (Attaubah : 29).
"Kemudian apabila mereka
melupakan apa yang telah diperingatkan mereka dengannya, Kami bukakan
kepada mereka pintu-pintu segala kemewahan dan kesenangan, sehingga
apabila mereka bergembira dan bersukaria dengan segala ni'mat yang
diberikan kepada mereka, Kami timpakan mereka secara mengejut dengan
bala bencana yang membinasakan, maka mereka pun berputus asa dari
mendapat sebarang pertolongan". ( al-An’aam ayat 44).
"Diwajibkan
atas kamu berperang, pada hal berperang itu adalah sesuatu yang kamu
benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, pada hal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, pada hal ia amat buruk bagi
kamu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."' (Al
Baqarah : 216.).
"Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ
Terjemahan:
Sesiapa yang mereka-cipta perkara baru di dalam urusan kami yang tidak
berasal dari-Nya, maka ianya tertolak. "(Hadis Riwayat al-Bukhari,
Shohih al-Bukhari, 9/201, no. 2499).
Dari Abdullah bin A'mr r.a. berkata, aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda,
"Barangsiapa
yang berdoa kepada Allah S.W.T., Allah S.W.T. akan memasukkannya di
kalangan orang-orang yang bersyukur dan bersabar dan barangsiapa yang
tidak berdoa dengan doa ini Allah S.W.T. tidak akan menuliskan di
kalangan orang-orang yang bersyukur dan bersabar. Dan barangsiapa yang
melihat seseorang yang lebih baik dari segi agamanya dan dia
mengikutinya, dan mengenai perkara dunia dia melihat orang yang lebih
rendah daripadanya dan dalam keadaan itu dia bersyukur kepada Allah
S.W.T. (dengan kurniaan dan limpah Rahim Allah S.W.T.), Allah S.W.T.
akan meletakkannya di kalangan orang-orang yang terbaik dan akan
menuliskannya di kalangan orang-orang yang bersyukur dan bersabar dan
barangsiapa yang melihat kepada orang yang kurang agamanya dan melihat
orang yang lebih dari segi dunianya dan sentiasa mengeluh dalam
memperolehi dunianya yang kurang, maka Allah S.W.T. tidak akan
menggolongkannya di kalangan orang yang bersabar dan di kalangan orang
yang bersyukur." - Hadith riwayat Tirmizi.
"Sabda Rasulullah
sallallahu ‘alaihi wasallam: Aku berdiri dipintu syurga, maka aku dapati
kebanyakan orang yang memasukinya adalah daripada kalangan orang
miskin; sedangkan orang-orang yang kaya tertahan."- Sahih Muslim - no:
2736.
"Berdoa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam: Ya Allah,
hidupkanlah aku dalam kemiskinan, matikanlah aku dalam kemiskinan dan
kumpulkanlah aku (pada Hari Kiamat kelak) dalam golongan orang yang
miskin" - Ibn Majah 4125
Daripada Ali bin Abi Thalib r.a.,
"Bahawasanya kami sedang duduk bersama Rasulullah saw. di dalam masjid.
Tiba-tiba datang Mus'ab bin Umair r.a. dan tiada di atas badannya
kecuali hanya sehelai selendang yang bertampung dengan kulit. Tatkala
Rasulullah saw.melihat kepadanya Baginda menangis dan menitiskan air
mata kerana mengenangkan kemewahan Mus'ab ketika berada di Mekkah dahulu
(kerana sangat dimanjakan oleh ibunya) dan kerana memandang nasib
Mus'ab sekarang (ketika berada di Madinah sebagai seorang Muhajirin yang
terpaksa meninggalkan segala harta benda dan kekayaan diMekkah).
Kemudian Nabi Muhammad saw. bersabda, "Bagaimanakah keadaan kamu pada
suatu saat nanti, pergi di waktu pagi dengan satu pakaian, dan pergi di
waktu petang dengan pakaian yang lain pula. Dan bila diangkatkan satu
hidangan diletakan pula satu hidangan yang lain. Dan kamu menutupi
(menghias) rumah kamu sepertimana kamu memasang kelambu Ka'bah?". Maka
jawab sahabat, "Wahai Rasulullah, tentunya di waktu itu kami lebih baik
daripada di hari ini. Kami akan menberikan penumpuan kepada masalah
ibadat sahaja dan tidak usah mencari rezeki". Lalu Nabi saw. bersabda,
"Tidak! Keadaan kamu di hari ini adalah lebih baik daripada keadaan kamu
di hari itu". - H.R. Termizi.
Sabda Rasulullah s.a.w, "Apabila umatku telah membuat 13 perkara, maka bala pasti akan turun ke atas mereka itu:
1) Apabila kekayaan negara hanya dimiliki oleh golongan tertentu sahaja.
2) Apabila amanah dijadikan sebagai sumber untuk memperolehi keuntungan.
3) Zakat dijadikan hutang.
4) Suami yang taat pada isteri.
5) Anak menderhakai ibu bapa, sedangkan ia baik dengan teman-temannya, dan menjauhkan diri dari ibu bapanya.
6) Suara-suara ditinggikan dalam masjid.
7) Seseorang dimuliakan kerana kejahatannya.
8) Arak diminum dimana-mana sahaja tanpa kawalan.
9) Ramai lelaki memakai sutera.
10) Artis-artis disanjung tinggi.
11) Orang yang paling hina di kalangan sesuatu kaum diangkat sebagai pemimpin.
12) Banyak jenis muzik dimainkan.
13) Dan generasi umat Islam kini menyalahkan umat Islam terdahulu" - riwayat At-Tirdmizi.
Daripada
Anas r.a. ia berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Kelak, di akhir
zaman, akan ada ahli ibadah yang bodoh dan para qari yang fasik. -
Riwayat Ibnu ‘Adi.
Rasulullah s.a.w. telah bersabda: “Akan
muncul di akhir zaman nanti, suatu kaum yang terdiri dari orang-orang
muda yang masih mentah fikirannya (cetek faham agamanya). Mereka banyak
mengucapkan perkataan Khairil Bariyah (firman Allah dan hadis Rasul),
tetapi iman mereka masih lemah. Pada hakikatnya mereka telah keluar
agama seperti anak panah yang lepas dari busurnya. Di mana sahaja kamu
dapat menemuinya, maka hapuskanlah mereka itu, siapa yang dapat
menghapus mereka, kelak akan mendapat pahala di hari kiamat.” - Riwayat
Bukhari dan Muslim.
Daripada Tsauban r.a. berkata, Rasulullah
s.a.w. bersabda; “Hampir tiba suatu masa di mana bangsa-bangsa dan
seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang
hendak makan mengerumuni talam hidangan mereka”. Maka salah seorang
sahabat bertanya “Apakah dari kerana kami sedikit pada hari itu?” Nabi
s.a.w. menjawab, “Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu
umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gerun terhadap
kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan mencampakkan ke dalam
hati kamu penyakit ‘wahan’.”
Seorang sahabat bertanya, “Apakah wahan
itu hai Rasulullah?” Nabi kita menjawab, “Cinta pada dunia dan takut
pada mati.”- Riwayat Abu Daud.
Abdullah bin Abbas r.a berkata
bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya akan terdapat (akan ada)
orang-orang dari umatku yang pandai (amat faham dan ahli) tentang urusan
agama dan membaca Al-Quran, mereka berkata:“Kami datang kepada para
Raja (pemimpin), biar kami memperolehi keduniaan mereka dan kami tidak
akan mencampurkan mereka dengan agama kami.” Tidak terjadi hal yang
demikian itu, seperti (umpamanya) tidak akan dapat dipungut dari pohon
yang berduri melainkan duri. Demikian pula, tidak akan dapat diambil
manfaat dari mendekatkan diri kepada mereka itu melainkan beberapa
kesalahan belaka.- Riwayat Ibnu Majah.
Dari Anas bin Malik r.a.
bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: “Kelak apabila akhir zaman terdapat
empat macam golongan mengerjakan ibadat haji iaitu: 1) Para pemimpin
mengerjakan ibadat haji hanya untuk ‘makan angin’, 2) Terdapat orang
kaya pergi haji hanya untuk berniaga, 3) Ramai fakir miskin pergi haji
dengan tujuan untuk mengemis, 4) Ahli qira’at (pembaca Al-Quran)
mengerjakan ibadat haji hanya untuk mencari nama dan kemegahan.”
Penduduk
Mekkah Akan Meninggalkan Kota Mekkah;- Umar r.a berkata bahawa
Rasulullah s.a.w. bersabda: ” Kelak penduduk Mekkah akan keluar
meninggalkan Mekkah; kemudian yang meninggalkan itu tidak akan kembali
lagi kecuali hanya sebahagian kecil sahaja. Kemudian yang sedikit itu
menjadikan kota itu penuh bangunan. Kemudian mereka keluar lagi dari
kota itu dan tidak kembali selamanya.”- Riwayat Ahmad.
Daripada
Abu Umamah r.a. bahawa Nabi s.a.w. bersabda: Kelak akan ada orang-orang
dari Umatku (Islam) memakan berbagai macam makanan dan memakai berbagai
pakaian, banyak berbicara tanpa difikirkan dahulu apa sebetulnya yang
dibicarakan itu, maka itulah seburuk-buruk manusia dari sebahagian
Umatku (Islam).- Riwayat Thabrani dan Abu Nu’aim.
Dari Jabir r.a
berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: ”Kelak pada akhir zaman ada
suatu golongan yang berbuat maksiat kalau ditanya mereka berkata’
Allahlah yang mentakdirkan perbuatan itu kami lakukan.’ Orang yang
menentang pendapat mereka pada zaman itu bagaikan orang yang menghunus
pedangnya dalam jihad fisabilillah.”
Daripada Abu Sa’id
Al-Khudri ra. berkata, bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Kamu
akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi
sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lubang
biawak pun kamu akan mengikuti mereka.” Sahabat bertanya, “Ya
Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nasrani yang kau maksudkan?” Nabi s.a.w.
menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka.”- Riwayat Muslim.
Daripada
Abu Hurairah r.a. katanya: Aku mendengar RasuIullah s.a.w. bersabda:
“Umat ku akan ditimpa penyakit-penyakit yang pernah menimpa umat-umat
dahulu”. Sahabat bertanya, “Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu
itu?” Nabi s.a.w. menjawab, “Penyakit-penyakit itu ialah (1) terlalu
banyak seronok, (2) terlalu mewah, (3) menghimpun harta sebanyak
mungkin, (4) tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, (5) saling
memarahi, (6) hasut menghasut sehingga jadi zalim menzalimi.”- Riwayat
Hakim.
Daripada Abu Hurairah r.a. berkata bahawa Rasulullah
s.a.w. bersabda: Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh
muslihat, di mana akan dibenarkan padanya orang yang berdusta, dan akan
didustakan orang yang benar. Akan dipercaya orang yang berkhianat, dan
akan dituduh berkhianat orang yang terpercaya. Serta akan bertutur
padanya Ruwaibidhah. Maka ada yang menanyakan: Apa itu Ruwaibidhah?
Dijawab baginda s.a.w. : Iaitu, orang yang bodoh dan hina ditugaskan
menangani kepentingan umum. - Riwayat Ibn Majah.
Abu Hurairah
r.a. berkata, “Nabi s.a.w. bersabda, : “Qiamat tidak akan tiba sehingga
muncul 30 dajjal, semua mengaku sebagai utusan Allah, harta bertambah,
berlaku huru-hara dan al-Harj berleluasa.” Seorang sahabat bertanya,
“Apakah harj?” Baginda bersabda, “ Bunuh-membunuh.”- Musnad Ahmad,
2/457.
Daripada Ibn Abbas r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w.
bersabda; Akan ada di akhir zaman nanti orang-orang yang mengecat rambut
mereka dengan warna hitam, seperti tembolok burung merpati, dan mereka
tidak akan mencium baunya syurga.- Riwayat Abu Dawud.
Daripada
Abu Dzar r.a berkata, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila zaman
(Kiamat) semakin hampir, mendidik anjing lebih baik daripada mendidik
anak, tidak ada rasa hormat kepada yang lebih tua, dan tidak ada rasa
kasih sayang kepada yang lebih kecil, anak-anak zina semakin ramai,
sehingga laki-laki menyantap perempuan di jalanan, mereka tidak ubahnya
seperti kambing yang berhati serigala.- Riwayat Thabrani dan Hakim.
Dari
Abu Hurairah r.a. berkata, bahawa Rasulullah s.a.w
bersabda:“Sesungguhnya di kalangan kamu nanti akan tertanam kemahuan
besar kedudukan (politik) dalam kerajaan. Sesungguhnya yang demikian itu
akan menjadikan kamu menyesal dan susah pada Hari Kiamat; Sebaik-baik
ibu adalah yang mahu menyusui anak (ertinya sebaik-baik pemimpin adalah
yang memperhatikan kepentingan rakyat), dan seburuk-buruk ibu adalah ibu
yang tidak mahu menyusui anaknya (ertinya seburuk-buruk pemimpin adalah
pemimpin yang tidak memerhatikan kepentingan rakyat).- Riwayat Bukhari
dan Nasae’i.
Ka’ab bin Ujrah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w
bersabda: Akan datang di kemudian hari nanti, setelah aku tiada;
beberapa pemimpin yang berdusta dan berbuat aniaya. Maka barang siapa
yang membenarkan kedustaan mereka dan membantu (mendukung) tindakan
mereka yang aniaya itu, maka ia bukan termasuk umatku, dan bukanlah aku
daripadanya. Dan ia tidak akan dapat sampai datang ke telaga (yang ada
di syurga).- Riwayat Tirmidzi, Nasae’i dan Hakim.
Dari Ubadah bin
Shamit r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesudahku nanti ada
pemimpin-pemimpin yang menguasai urusanmu. Mereka mengetahui urusanmu,
sedangkan kamu sendiri tidak mengetahuinya. Mereka menyembunyikan atasmu
sesuatu yang menjadi hakmu sedang kamu mengetahuinya. Barangsiapa yang
menemui kejadian seperti itu, maka janganlah mentaati orang yang berbuat
durhaka kepada Allah Azza Wa jalla.- Riwayat Thabrani dan Hakim.
Daripada
Abu Hurairah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Akan
datang kepada manusia suatu masa, di mana kala itu seseorang tidak lagi
mempedulikan dari mana ia memperolehi hartanya, apakah dari yang halal
atau haram.”- Riwayat An Nasa’i.
Thariq ibn Shibab berkata, “Kami
sedang duduk bersama Abdullah ibn Mas’ud apabila datang seorang lelaki
memberitahu waktu solat sudah tiba. Maka kami pun bangun dan menuju ke
masjid. Selesai solat, tampil seorang lelaki kepada Abdullah ibn Mas’ud
dan berkata, “As-salamu’alaika wahai Abu Abdur Rahman.” Jawab beliau,
“Allah dan RasulNya telah berkata benar.” Semasa pulang kami bertanya
sesama sendiri, “Kamu dengarkah apa jawapan beliau? Siapakah yang akan
tanya beliau mengenainya?” Daku berkata, “Biar saya yang tanya beliau,
lalu daku pun bertanya beliau sebaik sahaja beliau keluar. Beliau
meriwayatkan dari Baginda s.a.w, : “Sebelum Qiamat tiba, terdapat satu
ucapan khusus untuk orang kenamaan; perdagangan tersebar luas sehingga
wanita akan turut suaminya dalam perniagaan; perhubungan keluarga akan
putus; saksi palsu berleluasa sedang saksi benar akan sukar ditemui dan
tulisan tersebar luas.”- Riwayat Ahmad, Musnad, 1/407.
Dari Abu
Hurairoh rodhiallohu ‘anhu, sesungguhnya Rosululloh sholallahu ‘alaihi
wa sallam pernah bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan
hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Dan barang siapa
yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia
memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan
hari akhirat hendaklah ia memuliakan tamunya.” - HR. Bukhori dan Muslim.
"Mana-mana
perempuan yang melakukan sembahyang 5 waktu,berpuasa dibulan
ramadhan,menjaga kehormatannya dari yang haram dan mentaati suami,maka
masuklah ia kesyurga dari mana-mana pintu yang ia kehendaki" - Hadis
Riwayat Ahmad.
“Islam muncul sebagai sesuatu yang dianggap asing
dan ia akan kembali dianggap asing seperti awal kemunculannya. Maka
beruntunglah orang-orang yang dianggap asing.” (HR. Muslim).
Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam bersabda;
“Janganlah
kalian menikahi perempuan itu kerana kecantikannya, mungkin
kecantikannya itu akan membawa kerosakan bagi mereka sendiri. Janganlah
pula kalian menikahi mereka kerana mengharap harta mereka, mungkin
hartanya itu akan menyebabkan mereka sombong. Akan tetapi, nikahilah
mereka dengan dasar agamanya. Sesungguhnya hamba sahaya yang hitam lebih
baik, asalkan ia beragama.” [HR Ibnu Majah].
sabda Rasulullah:
“(Sebaik-baik
wanita adalah) yang membahagiakan suaminya jika ia memandangnya, yang
sentiasa mentaati suaminya jika ia memerintahnya, dan yang tidak
bermaksiat terhadap suaminya atas dirinya dan hartanya dengan sesuatu
yang dibenci suaminya” [HR an-Nasa’i].
Rasulullah juga bersabda:
“Sekiranya
aku dibolehkan menyuruh seseorang bersujud kepada orang lain, nescaya
aku akan menyuruh seorang isteri bersujud kepada suaminya.” [HR
at-Tirmidzi].
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum
wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki)
atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah
menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang
saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya
tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita
yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah
mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang
tidak berbekas). Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu
mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi
lagi Maha Besar.” [TMQ an-Nisa’(4):34).
قَالَ سَعْدُ بْنُ
عُبَادَةَ : لَوْ رَأَيْتُ رَجُلاً مَعَ امْرَأَتِي لَضَرَبْتُهُ
بِالسّيْفِ غَيْرُ مُصْفِحٍ عَنْهُ ، فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللّهِ صلى
الله عليه على آله وسلم فَقَالَ : أَتَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ ؟
فَوَ الله لأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ ، وَالله أَغْيَرُ مِنّي ، مِنْ أَجْلِ
غَيْرَةِ الله حَرّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَن.
Ertinya
: Berkata Ubadah bin Somit r.a : "Jika aku nampak ada lelaki yang sibuk
bersama isteriku, nescaya akan ku pukulnya dengan pedangku", maka
disampaikan kepada Nabi akan kata-kata Sa'ad tadi, lalu nabi memberi
respond : "Adakah kamu kagum dengan sifat cemburu yang dipunyai oleh
Sa'ad ? , Demi Allah, aku lebih kuat cemburu berbandingnya, malah Allah
lebih cemburu dariku, kerana kecemburuan Allah itulah maka diharamkan
setiap perkara keji yang ternyata dan tersembunyi.. " ( Riwayat
Al-Bukhari & Muslim ).
“Wahai manusia, sesungguhnya janji
Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia
memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah orang yang pandai menipu,
memperdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh
bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya
syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi
penghuni neraka yang menyala-nyala." [TMQ Fathir (35) : 5-6].
Ilmu
Agama Akan Beransur-ansur Hilang;-Daripada Abdullah bin Amr bin ‘ash
r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda;- “Bahawasanya
Allah s.w.t. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan
sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah s.w.t. menghilangkan ilmu
itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim
ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin
mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan
berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang
lain.” - Riwayat Muslim.
Surah al-ahzab.
66. pada masa
muka mereka dibalik-balikkan Dalam neraka, mereka berkata (dengan
sesalnya): "Alangkah baiknya kalau Kami dahulu (semasa di dunia) taat
kepada Allah serta taat kepada Rasul Allah.
67. dan mereka berkata
lagi: "Wahai Tuhan kami, Sesungguhnya Kami telah mematuhi kehendak
ketua-ketua dan orang-orang besar kami, lalu mereka menyesatkan Kami
dari jalan Yang benar.
68. "Wahai Tuhan kami, berilah mereka azab
sengsara dua kali ganda, dan laknatkanlah mereka Dengan laknat Yang
sebesar-besarnya!". [surah al-ahzab ayat 66,67,68 ]
"Bertanya
seorang lelaki kepada Rasulullah s.a.w. : Adakah perbuatan asabiyah
seseorang itu suka (kasih) kepada kaumnya (bangsanya)? Tidak, tetapi
asabiyah itu ialah orang yang menyokong (menolong) kaumnya melakukan
kezaliman." [H/R Abu Daud dan Ibnu Majah]
Sabda Rasulullah
s.a.w.,yg bermaksud,"Sesiapa yg berperang di bawah `bendera buta` dan
menyeru kpd `asabiyyah atau marah krn `asabiyyah,maka kematiannya adalah
mati jahiliyyah." ( Riwayat Muslim,Ibn Majah,an-Nasa`i)
Kata
as-Sindi dlm mensyarahkan hadith2 Sunan Ibn Majah.Lafaz 'bendera-buta'
(dlm bahasa kita ialah membabi buta) ialah kiasan kpd satu puak yg
berhimpun atas suatu perkara yg tidak diketahui samada benar atau
batil.( rujukan : Syarh Ibn Majah jld 4,m.s. 326,cetakan Dar
al-Ma`rifah,Lubnan.)
15] Sesiapa yang keadaan usahanya
semata-mata berkehendakkan kehidupan dunia dan perhiasannya (dengan
tidak disaksikan sama oleh Al-Quran tentang sah batalnya), maka Kami
akan sempurnakan hasil usaha mereka di dunia, dan mereka tidak
dikurangkan sedikitpun padanya.
[16] Merekalah orang-orang yang tidak
ada baginya pada hari akhirat kelak selain daripada azab neraka, dan
pada hari itu gugurlah apa yang mereka lakukan di dunia, dan batalah apa
yang mereka telah kerjakan. [Surah Hud ayat 15-16]
لَوْ
كَانَ عَرَضاً قَرِيباً وَسَفَراً قَاصِداً لاَّتَّبَعُوكَ وَلَـكِن
بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللّهِ لَوِ
اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَاللّهُ
يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Kalau apa yang engkau serukan kepada
mereka (wahai Muhammad) sesuatu yang berfaedah yang sudah didapati, dan
satu perjalanan yang sederhana (tidak begitu jauh), nescaya mereka (yang
munafik itu) akan mengikutmu; tetapi tempat yang hendak dituju itu jauh
bagi mereka. Dan mereka akan bersumpah dengan nama Allah dengan
berkata: "Kalau kami sanggup, tentulah kami akan pergi bersama kamu".
(Dengan sumpah dusta itu) mereka membinasakan diri mereka sendiri,
sedang Allah mengetahui bahawa sesungguhnya mereka itu orang-orang yang
berdusta (tentang tidak sanggupnya mengikutmu).
“ akan muncul
dalam kalangan umatku di akhir zaman, kaum lelaki yang menunggang sambil
duduk di atas pelana, lalu mereka turun di depan pintu-pintu masjid.
Wanita-wanita mereka( isteri mereka atau anak perempuan), berpakaian
tetapi seperti bertelanjang ( nipis&ketat). Di atas kepala mereka
pula(wanita) terdapat bonggolan (sanggul atau tocang) seperti bonggol
unta yang lemah gemalai. Oleh itu laknatlah mereka semua. Sesungguhnya
mereka adalah wanita-wanita yang terlaknat” - hadith riwayat Ahmad,
jil.2, ms. 223.
“dua golongan penghuni neraka yang mana aku
sendiri belum pernah melihat keadaan mereka didunia: golongan yang
membawa cemeti seperti seekor lembu lalu menggunakannya untuk memukul
manusia dan juga kaum wanita yang berpakaian seperti bertelanjang,
menggoyangkan badan dan berlenggang-lenggok, kepala mereka ada suatu
seperti bonggol di kepala unta yang bergoyang-goyang. Mereka tentu tidak
akan memasuki syurga atau mencium baunya sedangkan bau syurga itu dapat
dihidu dari jarak perjalanan begitu dan begini” –hadith riwayat Muslim.
Hadith no 212-
“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama)
Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki
selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak
menyukai”. [TMQ At Taubah (9) : 32].
“Kerana itu janganlah kamu
takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. dan janganlah kamu
menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak
memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah
orang-orang yang kafir”. [TMQ Al Maa-idah (5) : 44].
Namun
Rasulullah S.A.W sendiri telah bangkit menjelaskan hal kepentingan dan
keutamaannya dalam sabda Baginda "AKULAH ORANG YANG PALING ALIM DAN
BERTAQWA, namun aku juga tidur dan berkahwin, barangsiapa yang membenci
Sunnahku, dia bukanlah dari kalanganku" - riwayat Muslim.
firman Allah Ta’ala:
وَلاَ
تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَإِنْ تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَى
حِمْلِهَا لاَ يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى إِنَّمَا
تُنْذِرُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَأَقَامُوا
الصَّلاَةَ وَمَنْ تَزَكَّى فَإِنَّمَا يَتَزَكَّى لِنَفْسِهِ وَإِلَى
اللَّهِ الْمَصِيرُ.
“Dan orang berdosa tidak akan memikul dosa
orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain)
untuk memikul dosanya itu, tiadalah akan dipikulkan untuknya
sedikitpun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya.
Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang
takut kepada azdab Tuhanya (sekalipun) mereka tidak melihatNya. Dan
barang siapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan untuk
dirinya sendiri. Dan kepada Allah lah kembali(mu)”.[QS. Fatir 18]
59.
Dan pada sisi Allah jualah anak kunci perbendaharaan segala yang ghaib,
tiada sesiapa yang mengetahuinya melainkan Dialah sahaja dan Dia
mengetahui apa yang ada di darat dan di laut dan tidak gugur sehelai
daun pun melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak gugur sebutir bijipun
dalam kegelapan bumi dan tidak gugur yang basah dan yang kering,
melainkan (semuanya) ada tertulis di dalam kitab (Luh mahfuz) yang
terang nyata. (Al-Anaam)
138. (Al Quran) ini adalah
penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi
orang-orang yang bertakwa (Al-Imran)
139. Janganlah kamu bersikap
lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah
orang-orang yang paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang-orang yang
beriman. (Al-Imran)
An-Nu'man bin Basyir berkata, "Saya mendengar
Rasulullah saw. bersabda, 'Yang halal itu jelas dan yang haram itu
jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat /
samar, tidak jelas halal-haramnya), yang tidak diketahui oleh kebanyakan
manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah
membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus
dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan,
hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja
mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan
Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam
tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh
itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu
pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.'" (HR. Bukhori)
Firman Allah SWT :
[7:179]
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari
jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya
untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi)
tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan
mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar
(ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka
lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Hadis Rasulullah SAW:
Dari
Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah SAW., sabdanya: "Siapa yang tasbih
tiga puluh tiga kali, tahmid tiga puluh tiga kali, takbir tiga puluh
tiga kali, jadi jumlahnya sembilan puluh sembilan kali, kemudian
dicukupkannya seratus dengan membaca: "La ilaha illallahu wahdahu la
syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadir.
Maka diampuni Allah segala kesalahannya, walaupun sebanyak buih di
lautan." (Hadis riwayat Muslim)
Rasulullah SAW bersabda, maksudnya:
"Seseorang tidak akan dimasukkan ke syurga dengan sebab amalannya".
Sahabat
bertanya:"walaupun kamu, ya Rasulullah?" jawab Rasulullah SAW: "
Walaupun saya, melainkan dengan limpahan rahmat Allah SWT kepadaku."
(Riwayat al-Bukhari)
Firman Allah Ta'ala:
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya.."
[QS. An-Nur (24):31]
Rasulullah (shalallahu 'alaihi wasallam) bertanya pada Fatimah Az-Zahra ('alaihisallam), "Apakah yang terbaik bagi wanita?"
Beliau
menjawab, "Iaitu, hendaknya ia tidak melihat kepada lelaki lain dan
tidak dilihat lelaki lain" - [Bayt Al-Ahzan, Halaman 22]
“Dia lah
(Allah) Yang menjadikan untuk kamu Segala yang ada di bumi, kemudian ia
menuju dengan kehendakNya ke arah (bahan-bahan) langit, lalu
dijadikannya tujuh langit dengan sempurna; dan ia Maha mengetahui akan
tiap-tiap sesuatu” - Surah al-Baqarah ayat 29
"Allah tidak
membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
Kegagalan bukan untuk ditangisi selamanya, kalimah Allah sentiasa
memberi kelapangan pada hati dan fikiran malah memberi semangat untuk
terus tabah. - Surah Al-Baqarah ayat 286
"Janganlah kamu bersikap
lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg
paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yg beriman." - Surah
Al-Imran ayat 139.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia
amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia
amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." -
Al-Baqarah ayat 216
“Dan demi sesungguhnya! Kami tetap
menguji kamu (Wahai orang-orang yang mengaku beriman) sehingga ternyata
pengetahuan Kami tentang adanya orang-orang yang berjuang dari kalangan
kamu dan orang-orang yang sabar (dalam menjalankan perintah kami); dan
(sehingga) Kami dapat mengesahkan (benar atau tidaknya) berita-berita
tentang keadaan kamu” - Surah Muhammad :31
“Wahai orang-orang
yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam
mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran
kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan
bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta
bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai
kemenangan). - Surah Al-Imran ayat 200
Allah SWT. berfirman:
“Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, maka
mereka adalah orang-orang kafir”. ( Al Maidah: 44)
46. Dan Kami
telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa
(dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga
dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya.
Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu
(menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara
menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang
yang zalim. ( Al Maidah: 45)
47. Dan hendaklah orang-orang
pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah
didalamnya [419]. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang
diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik [420].
[419] Pengikut pengikut Injil itu diharuskan memutuskan perkara menurut
apa yang diturunkan Allah didalam Injil itu, sampai pada masa diturunkan
Al Qur'an. [420] Orang yang tidak memutuskan perkara menurut hukum
Allah, ada tiga macam: a. karena benci dan ingkarnya kepada hukum Allah,
orang yang semacam ini kafir (ayat 44 surat Al Maa-idah). b. karena
menurut hawa nafsu dan merugikan orang lain dinamakan zalim (ayat 45
surat Al Maa-idah). c. karena fasik sebagaimana ditunjuk oleh ayat 47
surat ini.
48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan
membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab
(yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian [421] terhadap kitab-kitab
yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah
turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan
meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat
diantara kamu [422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang.
Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat
(saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya
kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada
Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa
yang telah kamu perselisihkan itu, [421] Maksudnya: Al Qur'an adalah
ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam
kitab-kitab sebelumnya. [422] Maksudnya: umat Nabi Muhammad s.a.w. dan
umat-umat yang sebelumnya.
49. dan hendaklah kamu memutuskan
perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan
janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu
terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian
apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari
hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya
Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan
sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah
orang-orang yang fasik. - Al Maa-idah
44. dan (apabila Ahli-ahli
syurga itu berada di tempat masing-masing), berserulah mereka kepada
ahli neraka Dengan berkata: "Sesungguhnya Kami telah dapati apa Yang
telah dijanjikan kepada Kami oleh Tuhan kami, semuanya betul. maka
Adakah kamu juga telah dapati apa Yang telah dijanjikan oleh Tuhan kamu
itu semuanya betul?". mereka menjawab: "Benar ada". kemudian berserulah
Penyeru (malaikat) di antara mereka (kedua-dua puak itu) menyatakan:
"Bahawa laknat Allah tertimpa ke atas orang-orang Yang zalim".
45.
Iaitu mereka Yang menghalang (dirinya sendiri dan juga orang lain) dari
menurut jalan Allah, dan mencari helah menjadikan jalan itu bengkok
terpesong, sedang mereka pula tidak percayakan hari akhirat. -
Al-A'araf-44&45
Tuhan berfirman: orang-orang kafir itu ialah
orang-orang Yang menjadikan perkara-perkara ugama mereka sebagai hiburan
Yang melalaikan dan permainan, dan orang-orang Yang telah terpedaya
Dengan kehidupan dunia (segala kemewahannya dan kelazatannya). oleh itu,
pada hari ini (hari kiamat), Kami lupakan (tidak hiraukan) mereka
sebagaimana mereka telah lupa (tidak hiraukan persiapan-persipan untuk)
menemui hari mereka ini, dan juga kerana mereka selalu mengingkari
ayat-ayat keterangan kami.. - al-A'araf-51
Dia lah Yang
menurunkan kepadamu (Wahai Muhammad) Kitab suci Al-Quran. sebahagian
besar dari Al-Quran itu ialah ayat-ayat "Muhkamaat" (yang tetap, tegas
dan nyata maknanya serta jelas maksudnya); ayat-ayat Muhkamaat itu ialah
ibu (atau pokok) isi Al-Quran. dan Yang lain lagi ialah ayat-ayat
"Mutasyaabihaat" (yang samar-samar, tidak terang maksudnya). oleh sebab
itu (timbulah faham Yang berlainan menurut kandungan hati masing-masing)
- adapun orang-orang Yang ada Dalam hatinya kecenderungan ke arah
kesesatan, maka mereka selalu menurut apa Yang samar-samar dari Al-Quran
untuk mencari fitnah dan mencari-cari Takwilnya (memutarkan maksudnya
menurut Yang disukainya). padahal tidak ada Yang mengetahui Takwilnya
(tafsir maksudnya Yang sebenar) melainkan Allah. dan orang-orang Yang
tetap teguh serta mendalam pengetahuannya Dalam ilmu-ilmu ugama,
berkata:" Kami beriman kepadaNya, semuanya itu datangnya dari sisi Tuhan
kami" dan tiadalah Yang mengambil pelajaran dan peringatan melainkan
orang-orang Yang berfikiran - ( al-imran -7)
jika demikian,
Adakah orang Yang telah dilapangkan Allah dadanya untuk menerima Islam,
lalu ia tetap berada Dalam cahaya (hidayah petunjuk) dari Tuhannya,
(sama seperti orang Yang tertutup mata hatinya Dengan selaput
kederhakaan)? maka Kecelakaan besarlah bagi orang-orang Yang keras
membatu hatinya daripada menerima peringatan Yang diberi oleh Allah.
mereka Yang demikian keadaannya, adalah Dalam kesesatan Yang nyata... -
Az-Zumar 22
Allah telah menurunkan sebaik-baik perkataan Iaitu
Kitab suci Al-Quran Yang bersamaan isi kandungannya antara satu Dengan
Yang lain (tentang benarnya dan indahnya), Yang berulang-ulang
(keterangannya, Dengan berbagai cara); Yang (oleh kerana mendengarnya
atau membacanya) kulit badan orang-orang Yang takut kepada Tuhan mereka
menjadi seram; kemudian kulit badan mereka menjadi lembut serta tenang
tenteram hati mereka menerima ajaran dan rahmat Allah. Kitab suci itulah
hidayah petunjuk Allah; Allah memberi hidayah petunjuk Dengan Al-Quran
itu kepada sesiapa Yang dikehendakiNya (menurut undang-undang
peraturanNya); dan (ingatlah) sesiapa Yang disesatkan Allah (disebabkan
pilihannya Yang salah), maka tidak ada sesiapa pun Yang dapat memberi
hidayah petunjuk kepadaNya. -AZ-Zumar-23
"Dalam hati mereka ada
penyakit, lalu Allah menambahkan penyakit itu, dan mereka mendapat azab
yang pedih kerana mereka berdusta” ( Al – Baqarah : Ayat 10)"
Muaz
bin Jabal r.a. sabda Rasulullah sallalahu 'alaihi wasallam:- "Awas
sesungguhnya roda Islam itu beredar, ingatalah bahawa Al-Quran dan
pemerintahan (politik) akan berpisah (agama dan negara). Janganlah
sekali-kali kamu tinggal Al-Quran. Ingatlah akan lahir dikalangan kamu
pemerintah-pemerintah. Mereka akan menjalankan undang-undang untuk diri
mereka, lain dari apa yang dijalankan kepada orang ramai. Kalau kamu
patuh kepada perintah mereka kamu sesat, kalau kamu menentang kepada
mereka kamu dibunuh". Bertanya sahabat: Bagaimana hendak kami berbuat Ya
Rasulullah? Jawab Baginda: Hendaklah kamu jadi seperti Hawariyyin
(sahabat Nabi Isa) mereka digergaji kepala dan disula dikayu palang.
Demi Allah jiwa Muhammad ditangan-Nya. Sesungguhnya mati dalam mentaati
Allah lebih baik daripada hidup dalam keadaan derhaka kepada Allah".
Dan
di antara manusia ada Yang berkata: "Kami telah beriman kepada Allah
dan kepada hari akhirat"; padahal mereka sebenarnya tidak beriman.-8
mereka
hendak memperdayakan Allah dan orang-orang Yang beriman, padahal mereka
hanya memperdaya dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyedarinya.-9
Dalam
hati mereka (golongan Yang munafik itu) terdapat penyakit (syak dan
hasad dengki), maka Allah tambahkan lagi penyakit itu kepada mereka; dan
mereka pula akan beroleh azab seksa Yang tidak terperi sakitnya, Dengan
sebab mereka berdusta (dan mendustakan kebenaran).10
dan apabila
dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat bencana dan kerosakan
di muka bumi", mereka menjawab: " Sesungguhnya Kami orang-orang Yang
hanya membuat kebaikan".11
Ketahuilah! Bahawa Sesungguhnya mereka
itulah orang-orang Yang sebenar-benarnya membuat bencana dan kerosakan,
tetapi mereka tidak menyedarinya.12
dan apabila dikatakan kepada
mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang itu telah beriman".
mereka menjawab: "Patutkah Kami ini beriman sebagaimana berimannya
orang-orang bodoh itu?" Ketahuilah! Sesungguhnya merekalah orang-orang
Yang bodoh, tetapi mereka tidak mengetahui (hakikat Yang sebenarnya).13
dan
apabila mereka bertemu Dengan orang-orang Yang beriman, mereka berkata:
" Kami telah beriman ", dan manakala mereka kembali kepada
syaitan-syaitan mereka, mereka berkata pula:" Sesungguhnya Kami tetap
bersama kamu, sebenarnya Kami hanya memperolok-olok (akan orang-orang
Yang beriman)".14
Allah (membalas) memperolok-olok, dan membiarkan
mereka meraba-raba Dalam kesesatan mereka (yang melampaui batas itu).15
(aL-Baq 8-15)
Tidakkah mereka mengetahui bahawa sesiapa yang
menentang (perintah-perintah) Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya
adalah baginya neraka Jahannam, serta ia kekal di dalamnya? Balasan yang
demikian adalah kehinaan yang besar. (At-Taubah Ayat 63)
Dan
kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri kamu
sekalipun kamu bersungguh-sungguh (hendak melakukannya); oleh itu
janganlah kamu cenderung dengan melampau (berat sebelah kepada isteri
yang kamu sayangi) sehingga kamu biarkan isteri yang lain seperti benda
yang tergantung (di awan-awan); dan jika kamu memperbaiki (keadaan yang
pincang itu), dan memelihara diri (daripada perbuatan yang zalim), maka
sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. - (AnnNisaak
ayat ke 129 )
“Barang siapa yang berselawat kepadaku pada waktu
pagi sepuluh kali dan pada waktu petang sepuluh kali, ia akan
memperolehi syafaatku pada hari kiamat. ” (Riwayat Tabrani).
"Jika
seorang daripada kamu dicucuk kepalanya dengan jarum daripada besi
lebih baik baginya daripada bersalaman dengan wanita yang tidak halal
baginya (mahram)”. Hadis riwayat Al-Tobrani dan Al-Baihaqi
Seorang
Arab Badawi bertanya Rasulullah s.a.w.: Bila berlakunya Qiamat? Sabda
Nabi: Apabila diabaikan amanah maka tunggulah Qiamat. Dia bertanya lagi:
Bagaimana amanah itu diabaikan? Maka Baginda berkata: Apabila
diletakkan (diserahkan) sesuatu urusan kepada yang bukan pakarnya maka
tunggulah Qiamat. (Riwayat Al-Bukhari)
Firman Allah,
maksudnya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta kamu dan
anak-anak kamu melalaikan kamu daripada mengingati Allah. Dan sesiapa
berbuat demikian, maka mereka adalah orang-orang yang rugi.” (Surah
al-Munafiqun ayat 9)
Nabi s.a.w. bersabda kepada Zubair bin
al-Awwam, maksudnya: “Hai Zubair, ketahuilah bahawa kunci rezeki hamba
itu tergantung di Arasy, yang dikirim oleh Allah kepada setiap hamba
sekadar nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang
lain, nescaya Allah membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan,
nescaya Allah menyedikitkan baginya.” Riwayat ad-Daruquthni dari Anas
r.a.
Tuesday, December 13, 2011
Tentang Ayat 1000 Dinar
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (ath-Thalaq, 65: 2-3)
ayat tersebut adalah sebagaimana di atas bermula dari penghujung ayat kedua dan sehingga habis ayat ketiga surah ath-Thalaq. Sebenarnya tidak juga terhad kepada ayat itu yang saya maksudkan, kerana ada juga dari kalangan mereka yang menggunakan ayat al-Kursi untuk digantung bagi mencapai maksud mereka. Namun, hanya saja ayat dari surah ath-Thalaq ini yang mana mereka gelarkan sebagai "Ayat Seribu Dinar" cukup mendapat tempat bagi tujuan dan maksud mereka.
Ayat ini sering disalah guna oleh pelbagai pihak dengan tujuan semoga perniagaan dan jualan yang mereka jalankan sentiasa beroleh keuntungan dan jauh dari kerugian. Kaedah yang mereka gunakan adalah dengan menggantungkannya di sebahagian tempat-tempat tertentu dari bahagian kedai atau restoran-restoran mereka. Malah ada sebahagiannya yang sanggup berhabis ratusan ringgit bagi mendapatkan struktur ayat yang lengkap dengan frame dan seni tulisan tertentu.
Walhal, apa yang sebenarnya mereka lakukan itu adalah suatu perbuatan yang menyalahi sama sekali tujuan penurunan al-Qur’an kepada kita. Dalam banyak tempat, Allah menyatakan bahawa al-Qur’an itu adalah sebagai huda (petunjuk), al-Furqon (pemberi peringatan), penjelas (mubin), busyro (berita gembira) dan juga rahmat? (Rujuk: Pengantar Studi Ilmu al-Qur’an, m/s. 19-23) Bukannya sebagai penangkal dan pelaris. Jika benar perbuatan itu adalah suatu yang haqq, maka bawakan contohnya (bukti/penjelasan) dari Rasulullah s.a.w. dan sahabat-sahabat beliau yang memperlakukan hal seperti itu.
Tidakkah mereka memahami maksud ayat yang mereka ambil tersebut? Ia tidak lain adalah ditujukan kepada orang yang bertaqwa atau yang hendak bertaqwa. Bukan mereka yang cuba berlaku syirik dengan percaya kepada karut-marut dan tangkal-tangkalan. Manakala penisbahan kalimat “Ayat Seribu Dinar” ke atas ayat tersebut itu sendiri, entah dari mana datangnya. Kalau ada rujukan hadisnya, nak tahu juga saya.
Berikut saya utarakan beberapa hadis yang melarang keras mereka yang cuba bermain dengan tangkal dan azimat. Tidak kira sama ada tangkal itu dijadikan daripada al-Qur’an atau pun bukan al-Qur’an ianya tetap bernama tangkal dan tetap haram dan syirik menurut maksudnya.
"Sesungguhnya jampi mentera (tamaim), tangkal dan guna-guna itu perbuatan yang syirik". (H/R Ibn Majah (3521) at-Tibb. Ahmad (3433) Musnad. Abu Daud (3385) at-Tibb)
"Sesiapa yang memakai (mengantung) tangkal, maka ia telah melakukan kesyirikan". (H/R Turmizi (1998) at-Tibb. Nasaii (4011) Tahrimul ad-Dam)
"Sesiapa yang memakai (bergantung kepada) sesuatu (tangkal, azimat pendinding) maka dia telah bertawakkal dengannya. Allah akan menyerahkan urusannya kepada sesuatu itu". (H/R Turmizi dan al-Hakim)
"Barangsiapa yang memakai sesuatu (tangkal, azimat atau pendinding) maka ia telah mewalikan atau bertawakal kepadanya". (H/R Ahmad (18035) Musnad al-Kufiyyin)
"Dari Isa bin Abdulrahman berkata: Kami melawat Abdullah bin 'Ukaim dan dia sedang sakit maka dikatakan kepadanya: (Ada baiknya) jika engkau memakai sesuatu (tangkal). Maka beliau berkata: Apakah aku akan memakai sesuatu (tangkal) sedangkan Rasulullah saw telah bersabda : Sesiapa yang telah memakai sesuatu (dari jenis tangkal) maka dia telah bertawakkal kepadanya". (H/R Ahmad (18030) Musnad. Turmizi (1998) at-Tibb)
"Sesiapa yang menggantung (memakai) tangkal maka ia telah melakukan kesyirikan." (H/R Ahmad (16781) Musnad)
Islam telah mengharamkan setiap mukmin menyeru selain Allah untuk meminta pertolongan yang melibatkan perkara-perkara yang ghaib. Begitu juga Islam mengharamkan para mukmin dari menggunakan tangkal, azimat, pendinding atau yang seumpamanya kerana benda-benda tersebut tidak akan memberi faedah atau sebarang kesan kepada penggunanya sebagaimana penjelasan Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui firman-Nya:
"Katakanlah! Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai pelindung) selain Allah mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah di langit dan di bumi dan mereka tidak memiliki suatu saham pun dalam (urusan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya". (Saba', 34: 22)
Sekiranya Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan bahaya, kemudaratan dan bala ke atas mereka yang memakai tangkal, azimat atau pendinding, mereka tidak akan dapat menjadikan benda-benda tersebut sebagai pelindung sebagaimana yang mereka sangkakan.
Firman Allah:
"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepada kamu, maka tiada yang berkuasa menghilangkannya melainkan Allah dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepada kamu, maka Dia Maha Kuasa di atas sesuatu". (al-An’am, 6: 17)
Kesimpulan:
1 – Beramal-lah dengan ayat-ayat al-Qur’an dengan cara yang betul, dengan ilmu, membaca, dan berusaha memahami serta mempelajarinya.
2 – Apa yang disarankan melalui ayat surah ath-Thalaq, 65: 2-3 itu sendiri meminta kita untuk bertaqwa dan Allah akan memberi ganjaran rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka serta akan membantu mereka yang bertaqwa dengan mencukupkan keperluannya.
3 – Ayat al-Qur’an bukan bahan untuk dijadikan sebagai tangkal dan alat pelaris. Malah perbuatan mempercayai tangkal itu sendiri termasuk ke dalam hal yang syirik dan berdosa besar.
4 – Langkah terbaik untuk meminta pertolongan adalah dengan cara berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang Maha Pemurah, Maha Penyayang, dan Maha Pemberi Rezeki. (Rujuk al-A’raaf: 180, az-Dzariyat: 58, dan al-Baqarah: 186) Di samping sentiasa berusaha menggandakan usaha dan mempelbagaikan strategi pemasaran/perniagaan yang betul.
Tentang Ayat 1000 Dinar
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (ath-Thalaq, 65: 2-3)
ayat tersebut adalah sebagaimana di atas bermula dari penghujung ayat kedua dan sehingga habis ayat ketiga surah ath-Thalaq. Sebenarnya tidak juga terhad kepada ayat itu yang saya maksudkan, kerana ada juga dari kalangan mereka yang menggunakan ayat al-Kursi untuk digantung bagi mencapai maksud mereka. Namun, hanya saja ayat dari surah ath-Thalaq ini yang mana mereka gelarkan sebagai "Ayat Seribu Dinar" cukup mendapat tempat bagi tujuan dan maksud mereka.
Ayat ini sering disalah guna oleh pelbagai pihak dengan tujuan semoga perniagaan dan jualan yang mereka jalankan sentiasa beroleh keuntungan dan jauh dari kerugian. Kaedah yang mereka gunakan adalah dengan menggantungkannya di sebahagian tempat-tempat tertentu dari bahagian kedai atau restoran-restoran mereka. Malah ada sebahagiannya yang sanggup berhabis ratusan ringgit bagi mendapatkan struktur ayat yang lengkap dengan frame dan seni tulisan tertentu.
Walhal, apa yang sebenarnya mereka lakukan itu adalah suatu perbuatan yang menyalahi sama sekali tujuan penurunan al-Qur’an kepada kita. Dalam banyak tempat, Allah menyatakan bahawa al-Qur’an itu adalah sebagai huda (petunjuk), al-Furqon (pemberi peringatan), penjelas (mubin), busyro (berita gembira) dan juga rahmat? (Rujuk: Pengantar Studi Ilmu al-Qur’an, m/s. 19-23) Bukannya sebagai penangkal dan pelaris. Jika benar perbuatan itu adalah suatu yang haqq, maka bawakan contohnya (bukti/penjelasan) dari Rasulullah s.a.w. dan sahabat-sahabat beliau yang memperlakukan hal seperti itu.
Tidakkah mereka memahami maksud ayat yang mereka ambil tersebut? Ia tidak lain adalah ditujukan kepada orang yang bertaqwa atau yang hendak bertaqwa. Bukan mereka yang cuba berlaku syirik dengan percaya kepada karut-marut dan tangkal-tangkalan. Manakala penisbahan kalimat “Ayat Seribu Dinar” ke atas ayat tersebut itu sendiri, entah dari mana datangnya. Kalau ada rujukan hadisnya, nak tahu juga saya.
Berikut saya utarakan beberapa hadis yang melarang keras mereka yang cuba bermain dengan tangkal dan azimat. Tidak kira sama ada tangkal itu dijadikan daripada al-Qur’an atau pun bukan al-Qur’an ianya tetap bernama tangkal dan tetap haram dan syirik menurut maksudnya.
"Sesungguhnya jampi mentera (tamaim), tangkal dan guna-guna itu perbuatan yang syirik". (H/R Ibn Majah (3521) at-Tibb. Ahmad (3433) Musnad. Abu Daud (3385) at-Tibb)
"Sesiapa yang memakai (mengantung) tangkal, maka ia telah melakukan kesyirikan". (H/R Turmizi (1998) at-Tibb. Nasaii (4011) Tahrimul ad-Dam)
"Sesiapa yang memakai (bergantung kepada) sesuatu (tangkal, azimat pendinding) maka dia telah bertawakkal dengannya. Allah akan menyerahkan urusannya kepada sesuatu itu". (H/R Turmizi dan al-Hakim)
"Barangsiapa yang memakai sesuatu (tangkal, azimat atau pendinding) maka ia telah mewalikan atau bertawakal kepadanya". (H/R Ahmad (18035) Musnad al-Kufiyyin)
"Dari Isa bin Abdulrahman berkata: Kami melawat Abdullah bin 'Ukaim dan dia sedang sakit maka dikatakan kepadanya: (Ada baiknya) jika engkau memakai sesuatu (tangkal). Maka beliau berkata: Apakah aku akan memakai sesuatu (tangkal) sedangkan Rasulullah saw telah bersabda : Sesiapa yang telah memakai sesuatu (dari jenis tangkal) maka dia telah bertawakkal kepadanya". (H/R Ahmad (18030) Musnad. Turmizi (1998) at-Tibb)
"Sesiapa yang menggantung (memakai) tangkal maka ia telah melakukan kesyirikan." (H/R Ahmad (16781) Musnad)
Islam telah mengharamkan setiap mukmin menyeru selain Allah untuk meminta pertolongan yang melibatkan perkara-perkara yang ghaib. Begitu juga Islam mengharamkan para mukmin dari menggunakan tangkal, azimat, pendinding atau yang seumpamanya kerana benda-benda tersebut tidak akan memberi faedah atau sebarang kesan kepada penggunanya sebagaimana penjelasan Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui firman-Nya:
"Katakanlah! Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai pelindung) selain Allah mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah di langit dan di bumi dan mereka tidak memiliki suatu saham pun dalam (urusan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya". (Saba', 34: 22)
Sekiranya Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan bahaya, kemudaratan dan bala ke atas mereka yang memakai tangkal, azimat atau pendinding, mereka tidak akan dapat menjadikan benda-benda tersebut sebagai pelindung sebagaimana yang mereka sangkakan.
Firman Allah:
"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepada kamu, maka tiada yang berkuasa menghilangkannya melainkan Allah dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepada kamu, maka Dia Maha Kuasa di atas sesuatu". (al-An’am, 6: 17)
Kesimpulan:
1 – Beramal-lah dengan ayat-ayat al-Qur’an dengan cara yang betul, dengan ilmu, membaca, dan berusaha memahami serta mempelajarinya.
2 – Apa yang disarankan melalui ayat surah ath-Thalaq, 65: 2-3 itu sendiri meminta kita untuk bertaqwa dan Allah akan memberi ganjaran rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka serta akan membantu mereka yang bertaqwa dengan mencukupkan keperluannya.
3 – Ayat al-Qur’an bukan bahan untuk dijadikan sebagai tangkal dan alat pelaris. Malah perbuatan mempercayai tangkal itu sendiri termasuk ke dalam hal yang syirik dan berdosa besar.
4 – Langkah terbaik untuk meminta pertolongan adalah dengan cara berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang Maha Pemurah, Maha Penyayang, dan Maha Pemberi Rezeki. (Rujuk al-A’raaf: 180, az-Dzariyat: 58, dan al-Baqarah: 186) Di samping sentiasa berusaha menggandakan usaha dan mempelbagaikan strategi pemasaran/perniagaan yang betul.
Kelebihan Ayat Kursi
- Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan khusyuk setiap kaliselepas sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali keluarmasuk rumah atau hendak musafir, InsyaAllah akan terpeliharalah dirinya dari godaan syaitan, kejahatan manusia, binatang buas yang akanmemudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanyajuga akan terpelihara dengan izin Allah s. w. t.
- Mengikut keterangan dari kitab"Asraarul Mufidah" sesiapa mengamalkan membacanya setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah,dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Allah.
- Syeikh Abu Abbas ada menerangkan, siapa yang membacanya sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, InsyaAllah Allah akan mencerdaskan akal fikirannya serta Fadhilat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-Hadis Rasullullah s. a. w. bersabda bermaksud: And here is the rest of it.
- "Sesiapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allah hilangkan segala kefakiran di depan matanya."
- Sabda baginda lagi;
"Umatku yang membaca ayat Kursi 12 kali pada pagi Jumaat, kemudian berwuduk dan sembahyang sunat dua rakaat, Allah memeliharanya daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar."
- Orang yang selalu membaca ayat Kursi dicintai dan dipelihara Allah sebagaimana DIA memelihara Nabi Muhammad.
- Mereka yang beramal dengan bacaan ayat Kursi akan mendapat pertolongan serta perlindungan Allah daripada gangguan serta hasutan syaitan.
- Pengamal ayat Kursi juga, dengan izin Allah, akan terhindar daripada pencerobohan pencuri.
- Ayat Kursi menjadi benteng yang kuat menyekat pencuri daripada memasuki rumah.
- Mengamalkan bacaan ayat Kursi juga akan memberikan keselamatan ketika dalam perjalanannya.
- Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk, Insya-Allah, boleh menyebabkan syaitan dan jinterbakar.
- Jika anda berpindah ke rumah baru maka pada malam pertama anda menduduki rumah itu eloklah anda membaca ayat Kursi 100 kali, insya-Allah mudah-mudahan anda sekeluarga terhindar daripada gangguan lahir dan batin.
- Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah mewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.
- Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang ia akan berada dalam lindungan Allah hingga sembahyang Fardhu, yang lain.
- Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut, dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah memelihara akan diake atas rumahnya, rumah jirannya & ahli rumah2 di sekitarnya.
- Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir tiap-tiap sembahyang Fardhu, Allah menganugerahkan dia hati-hati orang yang bersyukurperbuatan2 orang yang benar, pahala nabi2 juga Allah melimpahkan padanya rahmat.
- Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.
- Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah azza wajalla akan mengendalikan pengambilan rohnya dan ia adalah seperti orang yang berperang bersama nabi Allah sehingga mati syahid.
- Barang siapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya Dari Abdullah bin 'Amr r. a. ,
Friday, December 9, 2011
15 Sebab Turunnya Bala
Mengapa Manusia Ditimpa Bencana? Dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh At-Tarmizi daripada Ali bin Abu Talib, Rasulullah saw bersabda yang bermaksud: "Apabila umatku melakukan 15 perkara berikut, maka layaklah mereka ditimpa bencana iaitu:
1. Apabila harta yang dirampas (daripada peperangan) diagih-agihkan kepada orang-orang yang tertentu sahaja.
2. Apabila zakat dikeluarkan kerana penebus kesalahan (terpaksa).
3. Apabila sesuatu yang diamanahkan menjadi milik sendiri.
4. Apabila suami terlalu mentaati isteri.
5. Apabila anak-anak menderhakai ibu bapa masing-masing.
6. Apabila seseorang lebih memuliakan teman daripada ibu bapa sendiri.
7. Apabila kedengaran banyak bunyi bising.
8. Apabila lebih ramai berbicara mengenai hak keduniaan di dalam masjid.
9. Apabila sesuatu kaum itu terdiri daripada orang yang dihina oleh mereka.
10. Apabila memuliakan seseorang kerana takutkan tindakan buruknya.
11. Apabila arak menjadi minuman biasa.
12. Apabila lelaki memakai sutera.
13. Apabila perempuan dijemput menghiburkan lelaki.
14. Apabila wanita memainkan alat-alat muzik.
15. Apabila orang yang terkemudian menghina orang terdahulu, maka pada saat itu tunggulah bala yang akan menimpa dalam bentuk angin merah (puting beliung)
1. Apabila harta yang dirampas (daripada peperangan) diagih-agihkan kepada orang-orang yang tertentu sahaja.
2. Apabila zakat dikeluarkan kerana penebus kesalahan (terpaksa).
3. Apabila sesuatu yang diamanahkan menjadi milik sendiri.
4. Apabila suami terlalu mentaati isteri.
5. Apabila anak-anak menderhakai ibu bapa masing-masing.
6. Apabila seseorang lebih memuliakan teman daripada ibu bapa sendiri.
7. Apabila kedengaran banyak bunyi bising.
8. Apabila lebih ramai berbicara mengenai hak keduniaan di dalam masjid.
9. Apabila sesuatu kaum itu terdiri daripada orang yang dihina oleh mereka.
10. Apabila memuliakan seseorang kerana takutkan tindakan buruknya.
11. Apabila arak menjadi minuman biasa.
12. Apabila lelaki memakai sutera.
13. Apabila perempuan dijemput menghiburkan lelaki.
14. Apabila wanita memainkan alat-alat muzik.
15. Apabila orang yang terkemudian menghina orang terdahulu, maka pada saat itu tunggulah bala yang akan menimpa dalam bentuk angin merah (puting beliung)
Thursday, December 8, 2011
Friday, October 21, 2011
Tafsir
Ayat ke-21:
یا ایها الناس اعبدوا ربکم الذی خلقکم و الذین من فبلکم لعلکم تتقون
Hai Manusia, sembahlah Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, supaya kalian bertakwa.
Dalam dua puluh ayat sebelumnya, Allah menjelaskan keadaan dan karakteristik tiga kelompok manusia yaitu orang-orang bertakwa, kafir dan munafik. Setelah membandingkan pikiran, kepercayaan, perbuatan dan kata-kata tiga kelompok ini, ayat ke 21 ini lalu menjelaskan jalan menuju kebahagian dan keselamatan. Untuk bergabung dengan kelompok pertama dan mencapai derajat takwa, hanya ada satu jalan yaitu membebaskan diri dari yang lain dan hanya menambatkan batin kepada Allah yang telah menciptakan kalian. Yakni mengabdilah hanya kepada Allah supaya kalian terbebas dari perbudakan orang lain.
Sebagian besar umat manusia mengakui Allah sebagai pencipta dirinya dan alam semesta. Tetapi, dalam program dan aturan hidupnya, mereka mengambil cara orang-orang lain. Jadi, seakan-akan mereka ini diciptakan begitu saja, lalu dilepaskan dan bebas berbuat apa saja yang mereka kehendaki.
Ayat ini mengatakan bahwa Pencipta kalian juga merupakan zat yang merawat dan mengayomi kalian, dan demi pertumbuhan dan perkembangan kalian, Allah telah menentukan program dan kewajiban-kewajiban kalian. Allah telah menetapkan undang-undang. Ingatlah betapa meletakkan undang-undang dan peraturan hanyalah hak Allah yang telah menciptakan kalian. Dengan demikian taatlah kepadaNya. Hanya perintah-Nya-lah yang patut kalian junjung tinggi dan keuntungannya akan kembali kepada kalian sendiri. Jauhilah noda dan kejelekan serta dekatilah kebaikan dan kesucian.
Dari ayat tadi terdapat tujuh poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Semua para nabi bersifat umum dan tidak terbatas pada sekelompok orang tertentu. Karena itu, sekitar 20 kali pernyataan Al-Quran ditujukan kepada semua orang yaitu dengan kata-kata "Ya ayyuhan-Naas" yang artinya "Hai manusia".
2. Salah satu sebab dan falsafah ibadah kepada Allah ialah untuk menyatakan rasa bersyukur atas nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga kepada kita dan kepada orang-orang tua kita. Karena itu Allah berfirman: "Sembahlah Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian."
3. Nikmat penciptaan adalah nikmat yang paling utama dan terbesar yang telah diberikan Allah kepada kita. Nikmat ini menuntut ketaatan kita kepada seluruh perintah Ilahi.
4. Ibadah adalah faktor ketakwaan dan kesucian. Jika ibadah tidak menambah spirit ketakwaan dalam diri kita, maka itu bukan ibadah.
5. Kita harus ingat dan waspada supaya jangan sampai membuat dan membiarkan adat dan tradisi orang-orang tua kita bertentangan dengan perintah Ilahi, sebab mereka juga merupakan makhluk-makhluk Allah. Jangan sampai ketaatan kepada mereka itu menghalangi ketaatan kita kepada perintah-perintah Allah.
6. Allah tidak memerlukan ibadah dan penyembahan kita. Shalat dan munajat kita tidak akan menambah kudrat dan keagungan Allah. Sesuatu yang ada pada Allah juga tidak akan berkurang jika kita meninggalkan ibadah. Kitalah yang memerlukan Allah demi perkembangan dan kesempurnaan kita. Kita harus pasrah mutlak kepada aturan dan ketentuan Allah.
7. Kita jangan sombong dengan ibadah kita sebab ujub yaitu rasa takjub kepada diri sendiri serta sifat riya' akan mencegah kita untuk sampai kepada takwa. Betapa banyaknya ibadah kita yang tidak menyampaikan kita kepada derajat takwa.
Dari ayat tadi terdapat tujuh poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Semua para nabi bersifat umum dan tidak terbatas pada sekelompok orang tertentu. Karena itu, sekitar 20 kali pernyataan Al-Quran ditujukan kepada semua orang yaitu dengan kata-kata "Ya ayyuhan-Naas" yang artinya "Hai manusia".
2. Salah satu sebab dan falsafah ibadah kepada Allah ialah untuk menyatakan rasa bersyukur atas nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga kepada kita dan kepada orang-orang tua kita. Karena itu Allah berfirman: "Sembahlah Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian."
3. Nikmat penciptaan adalah nikmat yang paling utama dan terbesar yang telah diberikan Allah kepada kita. Nikmat ini menuntut ketaatan kita kepada seluruh perintah Ilahi.
4. Ibadah adalah faktor ketakwaan dan kesucian. Jika ibadah tidak menambah spirit ketakwaan dalam diri kita, maka itu bukan ibadah.
5. Kita harus ingat dan waspada supaya jangan sampai membuat dan membiarkan adat dan tradisi orang-orang tua kita bertentangan dengan perintah Ilahi, sebab mereka juga merupakan makhluk-makhluk Allah. Jangan sampai ketaatan kepada mereka itu menghalangi ketaatan kita kepada perintah-perintah Allah.
6. Allah tidak memerlukan ibadah dan penyembahan kita. Shalat dan munajat kita tidak akan menambah kudrat dan keagungan Allah. Sesuatu yang ada pada Allah juga tidak akan berkurang jika kita meninggalkan ibadah. Kitalah yang memerlukan Allah demi perkembangan dan kesempurnaan kita. Kita harus pasrah mutlak kepada aturan dan ketentuan Allah.
7. Kita jangan sombong dengan ibadah kita sebab ujub yaitu rasa takjub kepada diri sendiri serta sifat riya' akan mencegah kita untuk sampai kepada takwa. Betapa banyaknya ibadah kita yang tidak menyampaikan kita kepada derajat takwa.
Ayat ke-21:
Dan Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap dan Dia menurunkan air dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan air itu segala buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian, karena itu janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui.
Dalam ayat ini, Allah menyinggung berbagai nikmat Allah yang masing-masing adalah sumber nikmat-nikmat yang lain. Allah menjadikan bumi ini sebagai hamparan bagi kehidupan manusia di bumi ini. Gunung dan saharanya, air dan tanahnya, mineral yang tersimpan di dalam tanah dan di bawah gunung-gunung, semuanya merupakan lingkungan yang cocok untuk kelestarian dan kehidupan manusia.
Dalam ayat ini, Allah menyinggung berbagai nikmat Allah yang masing-masing adalah sumber nikmat-nikmat yang lain. Allah menjadikan bumi ini sebagai hamparan bagi kehidupan manusia di bumi ini. Gunung dan saharanya, air dan tanahnya, mineral yang tersimpan di dalam tanah dan di bawah gunung-gunung, semuanya merupakan lingkungan yang cocok untuk kelestarian dan kehidupan manusia.
Kerjasama antara langit dan bumi telah mendatangkan hujan dan menambahkan tanaman serta memenuhi rezeki dan makanan manusia. Semua ini berlangsung dan terjadi sesuai dengan peraturan Allah dan kudrat-Nya yang tak terhingga. Dengan demikian, bagaimana mungkin orang-orang atau makhluk-makhluk lain yang memerlukan Allah, dapat dijadikan sebagai sekutu-Nya dan bukannya perintah Allah, tetapi perintah merekalah yang diikuti?!
Dari ayat tadi terdapat enam poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Memperhatikan nikmat-nikmat Allah merupakan cara terbaik untuk mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya. Oleh sebab itu ayat ini menjelaskan nikmat-nikmat Ilahi kepada manusia setelah ayat sebelumnya memerintahkan supaya kita menyembah Allah.
2. Adanya eko sistem dan kerjasama antara langit dan bumi merupakan bukti terbaik mengenai adanya Zat Pencipta alam semesta yang Maha Perkasa.
3. Dari dua kalimat "Ja'alla lakum" dan "Rizqan lakum" bisa kita pahami bahwa Allah menciptakan alam ini untuk manusia, dan tujuan terakhir dari diciptakannya makhluk-makhluk lain ialah supaya dimanfaatkan oleh manusia.
4. Keteraturan dan kerjasama antara anggota alam semesta ini merupakan bukti yang paling jelas mengenai adanya perhatian Allah serta ke-Esaan-Nya. Maka kita harus menyembaah Tuhan Yang Esa dan jangan menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah dalam soal penciptaan.
5. Mengenal dan menyembah Allah adalah masalah yang sesuai dengan tuntutan fitrah. Naluri semua manusia mengalami hal ini. Karena itu Allah berfirman: "Sedangkan kalian mengetahui".
6. Air dan tanah adalah perantara, tetapi tumbuhnya tanaman ada di tangan Allah. Karena itu Allah berfirman: "Maka Dia menghasilkan dengan air itu buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian."
Dari ayat tadi terdapat enam poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Memperhatikan nikmat-nikmat Allah merupakan cara terbaik untuk mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya. Oleh sebab itu ayat ini menjelaskan nikmat-nikmat Ilahi kepada manusia setelah ayat sebelumnya memerintahkan supaya kita menyembah Allah.
2. Adanya eko sistem dan kerjasama antara langit dan bumi merupakan bukti terbaik mengenai adanya Zat Pencipta alam semesta yang Maha Perkasa.
3. Dari dua kalimat "Ja'alla lakum" dan "Rizqan lakum" bisa kita pahami bahwa Allah menciptakan alam ini untuk manusia, dan tujuan terakhir dari diciptakannya makhluk-makhluk lain ialah supaya dimanfaatkan oleh manusia.
4. Keteraturan dan kerjasama antara anggota alam semesta ini merupakan bukti yang paling jelas mengenai adanya perhatian Allah serta ke-Esaan-Nya. Maka kita harus menyembaah Tuhan Yang Esa dan jangan menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah dalam soal penciptaan.
5. Mengenal dan menyembah Allah adalah masalah yang sesuai dengan tuntutan fitrah. Naluri semua manusia mengalami hal ini. Karena itu Allah berfirman: "Sedangkan kalian mengetahui".
6. Air dan tanah adalah perantara, tetapi tumbuhnya tanaman ada di tangan Allah. Karena itu Allah berfirman: "Maka Dia menghasilkan dengan air itu buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian."
Thursday, October 20, 2011
setiap kali aku melangkah..
aku x pernah lupa untuk meliarkan mataku melihat sekeliling...
aku x pernah terlepas pandang perkara2 yang sudah menjadi sebahagian dri hidupku @ akan menjadi sebahagian dri hidupku...
aku sering melihat penderitaan org lain..
Ya Allah~ bersyukurnya aku kerana masih mempunyai keselesaan ini..
kadang kala smpai menitis air mata ku kerana aku hnya mampu utk meliht tetapi x mampu utk membntu..
ap yg aku mampu hnya mendoakn keselamatn n mudah2 penderitaan mereka berakhir..
hatiku pilu melihat ank kecil berkeliaran di kwsn yg tdk septtnya menjadi tempat mereka bermain..
dan juga ank2 kecil yg sibuk mencari sesuap nasi utk perut mereka yang sudah menjerit kelaparn...
kdg2.. smpai harus mengambil maknan dri bhn buangan...
jijik ke mereka melakukan itu??
slhkah mereka???
kebanyakn masyarakat hanya mampu untuk mnceritakan keburukan mereka.. kononnya mereka akn kotor jika dekat dgn masyarakat seperti itu..
tetapi pernah ke mereka fikir nasib knk2 itu...
mengapa mereka jdi begitu..
semmgnya kita x berhak utk berkata2 jikalau kita tidak mampu utk mengubahnya.... lihatlah mereka dri mata hati..
dgrlah rintihan mereka utk mengurangkn beban yg mereka hadapi..
sdgkn mereka septtnya berda di rumah dlm keadaan yg selesa belajar utk mencpi cita2 mereka...
seharusnya kita bersyukur pd semua bnd yg kita miliki wlupun ainya bkun sprti yg kte inginkn...
semmgnya manusia x pernah puas dgn ap yg telah dimilki..
tetapi cubalah byg jika kita di tmpat mereka??
mgkn kte x setabah mereka..
mgkn juga kita akn memperslhkn ketentuan Ilahi...
sbb kte x pernah terfikir bhwa setiap manusia yang diuji oleh Allah adlah kerana Allah menyayanginya dan masih melihat dia di dunia yang mempunyai jutaan manusia ini... setiap manusia yang diuji dgn berat insyaALLAH syurga tempatnya...
sentiasa berwaspada jgn smpai kita mndpt sesuatu yg bergitu mdh..
kemgknan itu krna Allah sdh tdk menghrp ap2 dri kte...
Allah kasihi org yng tabah n sentiasa meminta pertolongan drpdnya..
itu sebbnya die menguji manusia.. supaya manusia x lupa akn kehadiran Dia disisi..
Allah x pernah lena.. Doalah segala masih sempat utk kau memohon~
2nd.. hargai kedua ibubapamu kerana mereka tlah memerah kuderat utk memberi keselesaan kpd kamoo...
Sunday, August 14, 2011
Cinta Seorang Playboy Itu,,,,,,,
Zaman remaja sememangnya zaman yang indah dan bahagia buat dia. Zaman di mana dia dipuja dan dipandang tinggi oleh wanita-wanita di sekelilingnya. Dia tersenyum bangga. Berbekalkan wajah yang sempurna, ketinggian yang mantap dan bentuk tubuh yang bisa menambat hati gadis-gadis, dia begitu selesa dengan kehidupannya. Hatinya kini milik seribu wanita yang bergelar 'hawa'.Untuk apa dia setia? Sedangkan rakan-rakannya yang lain kerap dipermainkan wanita walaupun mereka setia. Ada yang sanggup berhabis wang ringgit untuk teman wanita, akhirnya apabila sudah kopak, gadis tersebut meninggalkan mereka terkontang-kanting. Dia sendiri pun apa kurangnya. Sudah dua kali dia dicurangi makhluk yang bergelar kaum hawa itu walaupun dia telah korbankan segala kesetiaan dan kepercayaan kepada mereka.
Sudah dua kali juga dia menetapkan bahawa merekalah yang bakal menjadi permaisuri hidupnya tetapi sesungguhnya semua itu hanyalah sia-sia. Sekarang dia tersenyum puas. Puas kerana dapat mempermainkan hati lima gadis serentak! Dania, Ida, Zurin, Rushaida dan Lisya semuanya dia taburkan dengan janji-janji dan kasih sayang palsu. Andai salah seorang daripada mereka tidak berpuas hati pun dia tidak peduli. Asalkan dia bahagia melihat gadis-gadis tersebut terulit dibuai janji kosong.
Cuaca pagi itu tenang dan damai. Burung-burung bahagia berkicauan. 'Mungkin burung-burung tu pun bahagia sebab ramai awek,' bisik hati kecilnya. Dia tersenyum riang. Hari ini merupakan hari pendaftaran degree untuk pelajar junior. Jika bernasib baik, mungkin akan adalah seorang 'awek' cun tersangkut kat dia lagi. Sedang dia berdiri memerhati gerak-geri junior-junior yang kebanyakannya comel-comel belaka, pandangannya terhenti kepada salah seorang gadis ayu yang sedang duduk memerhatikan jam tangan di tepi kaunter pendaftaran kolej kediaman. Di dalam hatinya, itulah gadis yang bakal menjadi mangsanya seterusnya.
Sejak hari pendaftaran itu, dia bersungguh-sungguh mendapatkan serba sedikit maklumat mengenai gadis tersebut daripada rakan-rakannya dan junior. Hatinya menjadi lebih panas apabila mendapat tahu bahawa gadis tersebut merupakan seorang gadis yang sering mempermainkan perasaan lelaki. Hatinya melonjak untuk mengenali gadis tersebut agar dia dapat mempermainkan gadis tersebut pula! Dia cuba memulakan langkah untuk berkenalan dengan gadis tersebut. Dia mengatur ayat-ayat manisnya yang sememangnya tidak pernah gagal menjerat hati seorang gadis. Setelah seminggu lebih menjengah khabar berita daripada rakan-rakan dan junior, dia berjaya juga mengetahui serba sedikit tentang gadis itu.
Namanya tidaklah seglamour wajahnya. Bukan Aleesya, Aleefa atau Natasya. Nama-nama tersebut adalah nama-nama biasa gadis-gadis cun yang dikenalinya selama ini. Tetapi kali ini, nama gadis yang cuba dikenalinya ini sungguh dalam maknanya. Gadis yang bernama Halimahtussaadiyah ini berasal dari Selangor. Setelah menaburkan ayat-ayat manis seperti biasa, tepat pada tarikh 8 Julai 2004, termaktublah bahawa mereka secara rasmi sudah menjadi sepasang kekasih.
Allah S.W.T Yang Maha Berkuasa tahu apa yang terbaik buat hamba-hamba-Nya. Dengan termeterainya perhubungan itu, niat yang pada mulanya berunsur khianat telah bertukar sepenuhnya. Perkenalan itu menjadikan mereka kenal akan erti kesetiaan, kasih sayang dan cinta. Tiada lagi istilah playboy dan playgurl dalam diri mereka. Tiada lagi istilah curang, khianat atau mempermainkan hati masing-masing. Dia telah pun memohon ampun dan maaf kepada bekas-bekas kekasihnya di saat zaman playboy nya dahulu. Hatinya kini terpaut kepada Halimahtussaadiyah seorang dan dia tidak berniat untuk bermain-main lagi dalam percintaan.
Episod-episod bahagia telah menjengah hari-hari mereka berdua. Dia yakin pada kata hati bahawa Halimahtussaadiyah lah yang sebenar-sebenarnya jodoh kurniaan Allah S.W.T baginya. Mereka bagaikan belangkas. Ke mana sahaja pasti bersama.
Tetapi lama kelamaan perkara ini menjadi masalah buat mereka. Akibat selalu kelihatan berdua-duaan, mereka telah dipanggil oleh jawatankuasa perwakilan Persatuan Rohani IPTA. Ketika itu mereka tersedar bahawa mereka telah melakukan dosa yang menghampiri fitnah dan zina. Walaupun setakat ini, mereka masih mengawal perilaku mereka, perkara sebegini masih haram di dalam Islam. Sedangkan ber-couple itu juga adalah haram apatah lagi berdua-duaan. Astagfirullahalazim!
Namun mereka sudah terlalu mencintai antara satu sama lain. Setelah berbincang dengan ibu bapa masing-masing, mereka mengambil keputusan untuk bertunang dan bernikah. Bukan mudah untuk meyakinkan ibu bapa pada mulanya namun, mereka tetap bersungguh agar tidak dipisahkan. Maka, tanggal 3 September 2005, mereka pun bertunang. Ketika majlis pertunangan dilangsungkan, kedua-dua pihak telah bersetuju untuk memilih tarikh pernikahan pada bulan Disember 2005 iaitu pada tahun yang sama agar dapat mempercepatkan urusan membina masjid tersebut. Selepas bertunang, mereka semakin menjaga batas pergaulan mereka. Mereka tidak lagi kerap berjumpa kecuali jika terdapat urusan-urusan penting yang terpaksa mereka selesaikan bersama. Namun di dalam hati, masing-masing terasa sangat berdebar-debar menanti ketibaan hari yang ditunggu-tunggu.
Tetapi kata orang, kita cuma mampu merancang. Allah juga yang Maha Menentukan. Tanggal 21 September 2005, iaitu hanya beberapa minggu selepas mereka bertunang, hadirlah suatu peristiwa yang tidak akan pernah dia lupakan selamanya. Tarikh itulah, tarikh dimana nyawa Halimatuhsaadiyah diragut kerana kemalangan jalan raya di Lebuhraya Elite sebaik pulang daripada rumahnya kerana terdapat perbincangan mengenai persiapan perkahwinan. Halimatussaadiyah meninggal dunia di Hospital Besar Kuala Lumpur tepat pada jam 9.30 malam itu. Kemalangan ngeri itu telah mengakibatkan gegaran otak yang kuat dan menyebabkan pendarahan di dalam kepalanya. Dia yang turut terlibat di dalam kemalangan tersebut hanya patah kaki dan koma selama beberapa jam namun, oleh kerana keadaan kesihatan yang tidak mengizinkan, dia tidak dapat hadir ke pengebumian Halimatussadiyah, seorang gadis yang amat dia cintai.
Saat dia sedar daripada koma, soalan pertama yang terbit dibibinya ialah di mana Halimahtussaadiyah dan bagaimana keadaannya? Bagi mengelak kejutan yang teruk dan atas nasihat doktor, ibu bapanya terpaksa menipu dengan mengatakan keadaan Halimahtussaadiyah stabil dan sedang dirawat di Hospital Besar Kuala Lumpur.
Hari ke enam pada bulan Ramadhan, dia akhirnya dikeluarkan daripada hospital. Sepanjang berada di rumah, dia kerap bertanyakan perihal Halimahtussaadiyah namun, ibu bapanya hanya mampu berdiam diri kerana takut terjadi perkara yang tidak diingini padanya. Akhirnya, ibu bapanya terpaksa meminta bantuan daripada ibu bapa Halimahtussaadiyah untuk membantu mereka memberitahu akan khabar berita bahawa Halimahtussaadiyah telah pun kembali ke rahmatullah dan telahpun selamat dikebumikan. Sebaik mengetahui bahawa gadis yang dicintainya itu telah pun kembali pada Tuhan yang Maha Esa, hidupnya menjadi semakin tidak keruan. Dia tidak mahu makan, tidak mahu mandi dan asyik menghabiskan waktunya dengan menangis dan meratapi nasib. Hidupnya seakan-akan tidak terurus lagi. Pelajarannya ditinggalkan begitu sahaja.
Tetapi kisah dukanya tidak hanya terhenti di situ. Setelah tiga minggu mengetahui berita bahawa Halimatuhsaadiyah telah meninggalkannya selama-lamanya, dia mengalami masalah hilang ingatan akibat terlalu stress dan terlalu banyak berfikir. Ibu bapanya sudah puas menghantarnya menjalani rawatan di hospital-hospital pakar dan bertemu dengan ustaz-ustaz yang boleh mengubatinya namun masih tidak berhasil. Inilah ujian daripada Allah. Mungkin Allah S.W.T hanya akan mengizinkannya untuk mendapatkan kembali memorinya setelah dia tenang dan redha dengan pemergian Halimatuhsaadiyah.
Alhamdulillah setelah berusaha tanpa jemu, akhirnya pada pertengahan bulan Mac pada tahun 2008, iaitu lebih kurang 2 tahun lebih selepas kejadian tersebut, ingatan dia kembali pulih seperti biasa. Ketika itu, dia telah redha dengan pemergian bekas tunangnya dan berdoa agar roh Halimatuhsaadiyah ditempatkan di kalangan orang-orang beriman..
Sekarang, dia hanya meneruskan kehidupannya seperti biasa walau pedih untuk ditanganinya. Dia pernah bercerita, di dalam mimpinya arwah pernah hadir dan mengucapkan kata-kata yang telah membuatkan dia tersedar dan melaksanakan apa yang sepatutnya dia lakukan. Di dalam mimpi tersebut, arwah telah memintanya agar tidak berterusan bersedih hati dan terus mencapai impian merealisasikan cita-citanya.
Ajaib bukan? Seorang playboy bertukar menjadi seorang yang setia kerana kehendak-Nya. Seorang playboy diuji oleh Allah untuk menghapus dosa-dosanya. Jika selama ini dia menguji hati gadis-gadis yang dipermainkannya, kini hidupnya sarat dengan ujian Allah yang Maha Berkuasa. Allah menjadikan sesuatu pasti ada hikmahnya. Dipinjamkan oleh-Nya intan permata namun bisa ditarik bila-bila yang dikehendaki-Nya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
